Reni Astuti/RMOLJatim

rmoljatim Aplikasi pembuatan Surat Keterangan Miskin (SKM) Online yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, ternyata di level Rukun Warga (RW) belum berjalan.

Hal ini diketahui Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti saat menggelar reses dewan beberapa waktu lalu. 

Reni mengakui saat reses banyak bertemu dengan Ketua RW, dimana para Ketua RW mengeluhkan belum bisa dioperasionalkannya aplikasi SKM online.

“Seperti belum adanya jaringan internet di Pos RW, perangkat Hand Phone berbasis android, dan sistem pengoperasionalan aplikasi SKM itu sendiri. Ini harus menjadi catatan Pemkot Surabaya,” ujar Reni dikutip Kantor Berita RMOLJatim di gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (14/2).

Ia menjelaskan, aplikasi SKM online ini sebenarnya sangat bagus, karena memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

Dan perlu diketahui, tambah Reni, SKM online ini bukan hanya digunakan untuk kesehatan saja, melainkan nantinya bisa buat Pendaftaran Penerimaan Didik Baru  (PPDB) jalur mitra keluarga, atau intervensi Pemkot Surabaya di sektor kesejahteraan masyarakat.

Hanya saja saya tegaskan, kata politisi senior PKS Surabaya ini, penerapan SKM online di level RW sama sekali belum berjalan maksimal.

“Saya sarankan jangan terlalu lama rentan waktunya, antara publikasi SKM online dengan implementasinya di tingkat RW,” tutur Reni yang juga digadang-gadang maju dalam Cawali Surabaya dari PKS ini.

Dirinya kembali menambahkan, SKM online ini sebagai kebijakan data bagi Pemkot untuk mengintervensi di sektor kesejahteraan masyarakat.

“Jadi aplikasi SKM online ini cukup bagus, tinggal implementasi di level RW nya saja,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.