Foto ilustrasi/Net

rmoljatim Pemerintah menyisihkan dana sebesar Rp 298 miliar sebagai insentif untuk sektor pariwisata yang dikhawatirkan terdampak oleh penyebaran virus corona Covid-19.

Sebesar Rp 72 miliar dari dana APBN 2020 itu akan diberikan kepada influencer. Sementara Rp 103 miliar diberikan untuk kegiatan promosi, dan sebesar Rp 25 miliar untuk kegiatan pariwisata. Direncanakan dana tersebut akan dikucurkan pada bulan Maret mendatang.

Langkah pemerintah yang diumumkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara beberapa jam lalu itu (Selasa, 25/2) dinilai sebagai sebuah kebijakan yang ngawur dalam menangani penyebaran Covid-19.

Menurut ekonom senior Rizal Ramli, sebaik-baiknya cara untuk meredam penyebaran Covid-19 adalah dengan melakukan mitigasi yang terukur.

Sementara pemberian dana sebesar Rp 72 miliar untuk influencer dipandang Rizal Ramli yang juga pernah menjadi Menko Perekonomian sebagai upaya untuk memelintir persepsi publik.

“Ini Menkonya (Airlangga Hartarto) ngawur amat,” ujar Rizal Ramli dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

“Seharusnya pemerintah melakukan mitigasi pada real problem. Please, don’t spend public money Rp 72 billions just  to spin the perception! Amatir amat sih,” ujarnya.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai penemuan kasus virus Corona di Indonesia. Berbagai kalangan meragukan, kemampuan Indonesia mendeteksi virus mematikan yang menyebar dari Wuhan, Republik Rakyat China ini.

Komunitas internasional juga ikut mempertanyakan keberadaan virus Corona di Indonesia. Sejumlah otoritas penerbangan di luar negeri telah menempatkan Indonesia dalam daftar negara atau destinasi yang mesti diwaspadai.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.