Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberi perhatian khusus pada anak-anak yang terpapar Covid-19.
- Pakar: Orang Yang Tidak Divaksinasi Covid-19 Adalah 'Pabrik Varian'
- Pemkot Surabaya Siap Gelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah 2024
- Sembilan Pejabat Kementerian Kesehatan Arab Saudi Terlibat Penipuan Covid-19
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, dari data sementara, total jumlah anak yang terkonfirmasi sebanyak 127 anak. Dari angka tersebut, 36 anak di antaranya berusia 0-4 tahun.
“Lalu, 91 kasus lainnya adalah anak dengan usia 5-14 tahun,” kata Feny sapaan lekat Febria Rachmanita dikutip Kantor Berita RMOLJatim di Balai Kota Surabaya, Senin (1/6).
Feny menjelaskan, untuk anak yang terpapar Covid-19 dan dirawat di rumah sakit, mereka akan diarahkan ke ruang anak dan mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis anak.
Menurutnya, sebagian anak-anak tersebut tertular karena orang tuanya maupun anggota keluarga lainnya.
“Mereka bisa tertular dari orang tua atau pun keluarganya,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya ini memaparkan, untuk anak yang masih dirawat di rumah masing-masing, maka hal ini tidak bisa lepas dari peran orang tuanya untuk ikut merawat.
Oleh sebab itu, pihak puskesmas juga terus memantau pasien berdasarkan konsulan antara dokter spesialis anak.
“Jadi tetap terus kami pantau. Kami pun juga berkonsultasi dengan dokter spesialis anak,” tegasnya.
Sementara itu, jika yang terpapar Covid-19 adalah orang tua, maka Feny menegaskan mau tidak mau memang harus menyentuh anak dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Misalnya, saat sebelum memegang bayi, maka orang tua wajib menggunakan hand sanitizer dan face shield.
“Sebelum dia pegang bayi atau anak harus pakai hand sanitizer, mencuci tangan dan pakai hand sanitizer,” ungkapnya.
Namun demikian, Feny juga berpesan kepada para orang tua agar dapat mempertahankan imun tubuhnya, terutama saat dirinya atau anaknya yang terkonfirmasi. Terutama bagi para ibu yang mengasuh anaknya.
“Pertahankan imun. Ibunya imunnya harus kuat,” pungkasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Walikota Kediri Instruksikan Unit Usaha Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi
- Pemkot Surabaya Gencarkan Skrining Kesehatan Sasar Siklus Hidup Masyarakat
- Empat Sub-varian Delta Terdeteksi di Thailand