Aksi Warga Jombatan/RMOLJatim

rmoljatim Pasien Covid-19 diusir warga untuk tidak melakukan isolasi mandiri dilingkungannya yang terjadi di Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang pada Minggu, (04/05) malam.

Kejadian ini dibenarkan oleh Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Jombang Ahmad Nafik mengatakan, bahwa aksi spontanitas itu terjadi karena warga resah dengan kehadiran pasien dari luar desa yang menjalani isolasi tersebut.

Intinya warga meminta agar dipindah tempatkan supaya tidak tinggal disini, karena bukan warga Jombatan. Tinggal disini sejak Hari Rabu dan setahu saya hari Kamis,” kata Nafik.

Nafik membeberkan ada dua warga yang tinggal dikediaman bu luluk (kakak ipar) dan warga tidak mau tahu terkait positif dan negatifnya. Karena peraturannya setiap ada tamu harus melapor dan jika bermalam harus menunjukkan identitas.

Atas peristiwa tersebut, salah satu pesantren di Jombang menawarkan ruangam untuk digunakan sebagai perawatan isolasi mandiri pasien Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai upaya memberikan edukasi tentang Covid dan bagaimana tindakan juga pencegahannya.

Salah Satu Pengasuh Ponpes Darul Ulum Gus Zahrul Asad sangat prihatin dengan kejadian itu, tindakan ini justru membuat penderita covid 19 akan drop imunnya dan akan mengarah pada kondisi yang lebih parah terlebih pada penderita yang memiliki penyakit penyerta lain.

Untuk itu, lanjut pria yang biasa dipanggil Gus Han bahwa Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) menawarkan diri sebagai tempat isolasi. Yang sebenarnya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana kita Harus bersikap terhadap saudara kita yang terjangkit virus tersebut.

Lokasi yang disediakan Unipdu untuk isolasi hanya berjarak 400 meteran dari rumah tinggal dan saya tidak merasa tergangu dan terancam,” terang Gus Han kepada Kantor Berita RMOLJatim, Senin (04/05).

“Yang saya pikirkan justru andaikan semua pihak abai dengan hal seperti ini kapan pandemi ini akan berakhir ? lantas nurani kemanusiaan kita diletakkan dimana ?,” bebernya.

Kemudian Gus Han meminta agar bisa memastikan apakah ODP atau PDP tersebut hasil test nya negatif, reaktif atau positif ? Segera ambil tindakan sesuai protokol yang berlaku , jika masih ODP negatif dan ia ingin isolasi mandiri maka pihak satgas harus memberikan pemahaman kapada masyarakat.

Pengasuh Ponpes Queen Darul Ulum ini menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan dipahamkan bahwa insyalloh covid ini tidak airbone tapi penyebarannya melalui domplet disaat batuk atau berdahak dengan jarak dekat, maka masyarakat tidak perlu panik.

rmoljatim Selalu Gunakan masker yang higienis dan selalu mencuci tangan, Insya Alloh aman. Kepada pasien PDP sebaiknya harus tetap melakukan isolasi diri dengan jujur dengan dirumah saja,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here