Donald Trump dan Barack Obama/Net

PRESIDEN ke-44 Amerika Serikat, Barack Husein Obama, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya atas kinerja Presiden Donald Trump dalam menangani Virus Corona.

Presiden Donald Trump secara terbuka pula menyatakan Obama sebagai Presiden Amerika tak kompeteten. Dan bersamaan dengan itu mendesak Senat untuk menyelidiki apa yang dinamakannya Obamagate.

Lokal wisdom orang Minangkabau untuk menggambarkan salah satu efek Corona pada budaya politik kenegaraan Amerika Serikat tersebut: pecah telur.

Tradisi yang sudah bertahan sangat lama dimana antara sesama mantan Presiden, maupun antara Presiden dengan mantan Presiden, terikat semacam etika tidak tertulis untuk tidak saling melakukan kritik terbuka di ruang publik, akhirnya berakhir karena corona yang melanda Amerika Serikat.

Demikian dahsyatnya efek dari serangan virus yang awal mula muncul di Wuhan, China ini, pada seluruh sektor dan lini kehidupan dunia, bahkan dapat membuat ‘pecah telur’ tata krama hubungan sekelas Presiden Amerika sekalipun.

*

Semenjak Perang Dunia II berakhir, sudah 13 (tiga belas) orang sebagai penguasa ruang oval Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat.

Semuanya merupakan Presiden Amerika yang telah ditempa dan memiliki latar belakang pengalaman pelayanan publik yang mumpuni, memiliki rekam jejak pelayanan publik mumpuni, memiliki sepak terjang dengan keberpihakan pada perlindungan publik yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Pengalaman yang sarat dengan komitmen kepada kepentingan publik berbasis aktifitas empirik dalam pelayanan publik di berbagai sektor.

Pengalaman dengan jam terbang tidak sedikit pada bidang-bidang pelayanan publik dengan satu kesamaan dan kesadaran yang berurat berakar dalam dirinya: Perlindungan Publik.

Jam terbang yang sarat dengan makna-makna perjuangan perlindungan publik, sesuai dengan sudut pandang dan keyakinan masing-masing, namun memiliki basis argumentasi yang kuat.

Pengalaman yang dapat dijadikan referensi untuk melakukan penilaian tentang kompetensi masing-masing memegang tanggung jawab dan tongkat komando pelayanan dan perlindungan publik tertinggi bagi seluruh rakyat Amerika, sebagai Presiden Amerika Serikat.

Ups…. semua….?

*

Presiden ke-33, Harry S. Trauman. Sebelum memegang tongkat komando tertinggi sebagai Presiden, ia adalah Wakil Presiden. Sebelumnya ia Senator mewakili Negara Bagian Missouri selama 10 tahun. Harry S. Trauman dikenal dalam sejarah Amerika sebagai Presiden yang keputusannya membawa Amerika dan sekutunya memenangkan Perang Dunia II.

Presiden ke-34, Dwight D. Eisenhower. Komandan Tertinggi Sekutu Eropa ke 1, Kepala Staf Angkatan Darat ke 16, Gubermur Zona Amerika Jerman pendudukan ke-1. Salah seorang pimpinan tinggi militer Amerika selama Perang Dunia II.

Presiden ke-35, Jhon F Keneddy. Senator selama 7 tahun mewakili Negara Bagian Massachusetts, dan sebelumnya selama 6 tahun sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewakili Distrik ke 11 Massachusetts. Membawa Amerika sebagai penguasa ruang angkasa.

Presiden ke-36, Lindon Baines Jonson. Wakil Presiden ke-37. Senator selama 12 tahun mewakili Negara Bagian Texas. Pemimpin mayoritas Senat selama 6 tahun. Pemimpin minoritas Senat selama 2 tahun dan sebelumnya selama 2 tahun sebagai Asisten Pemimpin mayoritas Senat. Anggota DPR selama 12 tahun mewakili Distrik ke 10 Texas.

Presiden ke-37, Richard Nixon. Wakil Presiden ke-36 selama 8 tahun. Senator mewakili Negara Bagian California. Anggota DPR mewakili Distrik ke 12 California.

Presiden ke-38, Gerald Ford. Wakil Presiden ke-40. Pimpinan minoritas DPR selama 8 tahun. Anggota DPR selama 24 tahun mewakili Distrik ke 5 Michigan. Menjabat ssbagai Presiden dan Wakil Presiden tanpa melalui pemilihan umum.

Presiden ke-39. James Earl “Jimmy” Carter Jr. Gubermur Georgia ke 36 selama 4 tahun. Anggota Senat Negara Bagian Georgia dari Distrik ke 14.

Presiden ke-40. Ronald Wilson Reagan. Gubernur California ke 33 selama 8 tahun. Terkenal karena berhasil merobohkan tembok Berlin. Dipandang sangat berjasa dan berkontribusi mengakhiri era perang dingin dengan keruntuhan Uni Soviet. Terkenal juga dengan Reaganomic.

Presiden ke-41. George H.W. Bush Sr. Wakil Presiden ke-43 selama 8 tahun. Direktur Dinas Intelijen Pusat ke 11. Kepala Dinas Penghubung Amerika untuk RRC ke 2. Ketua Komite Nasional Partai Republik ke 49. Duta Besar Amerika untuk PBB ke 10. Anggota DPR selama 4 tahun mewakili Distrik ke 7 Texas. Pada era kepemimpinannya perang dingin berakhir dengan keruntuhan Uni Soviet.

Presiden ke-42. Lahir dengan nama William Jefferson Blythe III. Lebih dikenal dengan nama William Jefferson “Bill” Clinton. Gubernur Arkansas ke-40 dan 42 dengan total pengabdian sekitar 12 tahun. Jaksa Agung Arkansas ke 50. Rakyat Amerika menikmati kejayaan ekonomi paling baik dibanding masa-masa sebelumnya.

Presiden ke-43. George Walker Bush Jr. Gubernur Texas ke 46. Anak dari Presiden ke-41. Walaupun kalah secara Populer Vote dari Capres Al Gore namun menang dalam Electoral College vote dalam Pilpres Amerika Serikat tahun 2000.

Presiden ke-44. Barack Husein Obama. Senator mewakil negara bagian Illinois selama 3 tahun. Anggota Senat negara bagian Illinois selama 7 tahun mewakili Distrik ke 13.

Presiden ke-45. Donald John Trump. Penulis hanya menemukam rekam jejak terkait sepak terjang dalam mengelola bisnis pribadi. Sepak terjang membangun kerajaan bisnis pribadi. Sepak terjang sebagai pembawa acara talk show, penyelenggara Miss USA.

Pernah sebagai anggota Partai Demokrat, calon pimpinan Partai Reformasi, independen, dan terakhir sebagai anggota Partai Republik.

Sama seperti teman separtainya, Presiden ke-43, George Bush Jr, Donald Trump walaupun kalah secara Populer vote hampir 3 juta suara dari Capres Hillary Clinton namun menang dalam Electoral College vote dalam Pilpres Amerika Serikat tahun 2016.

Tentang sepak terjang dalam pelayanan sektor publik pada badan publik…….. pembaca bisa cari dan baca sendiri….

*

Amerika Serikat saat ini memimpin dalam penyebaran Virus Corona. Sudah hampir 1.540.000 (satu juta lima ratus empat puluh ribu) warga Amerika Serikat yang positif tertular Virus Corona, 32 persen dari total seluruh dunia.

Jumlah yang meninggal semenjak 1 Maret 2020 sudah jauh diatas korban meninggal warga Amerika akibat perang Vietnam selama 20 tahun, 90.694 (sembilan puluh ribu enam ratus sembilan puluh empat) jiwa atau sekitar 28, 34 persen dari korban seluruh dunia.

Dan jumlah sembuh ‘hanya’ sebesar 289.000 (dua ratus delapan puluh sembilan ribu) orang atau ‘hanya’ sekitar 16,15 persen dari total sembuh dunia.

*

Penulis merasa tidak punya kapasitas dan tidak punya data lengkap untuk menyimpulkan, apakah pernyataan Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Husein Obama, yang ditujukan kepada Presiden Trump yang benar atau tudingan Presiden Trump kepada Obama yang benar sebagaimana penulis sampaikan diawal tulisan ini. Atau kedua-duanya benar. Atau kedua-duanya salah.

Begitu juga penulis tidak dapat mengambil kesimpulan apakah ada korelasi antara kesigapan penanganan serbuan Virus Corona di Amerika dengan latar belakang aktifitas pelayanan publik sang Presiden pada badan-badan publik negara sebelum menjadi Presiden atau tidak.

Silahkan pembaca budiman melengkapi data-data dan analisis yang diperlukan untuk mengambil kesimpulan, jika memang diperlukan.

Termasuk, jika diperlukan, melengkapi data dan analisis untuk mengetahui apakah ada korelasi antara penangan Virus Corona dengan isu polular vote vs elektoral college vote maupun jargon “Suara rakyat adalah suara Tuhan”. Silahkan saja.

Penulis hanya tergelitik untuk menuliskan sebatas yang tertulis dalam tulisan ini setelah melihat dinamika di ruang publik antara Presiden ke-44 dan Presiden ke-45 Amerika yang sedang menjabat akibat corona yang membuat ‘telur pecah’ itu.

Siapa tahu dengan menggoreskan tulisan ini ada manfaatnya bagi pembaca atau mungkin bagi bangsa dan negara kita dimasa yang akan datang, bukankah sebaik-baik ilmu itu adalah pengalaman, termasuk pengalaman orang dan atau pengalaman negara lain?

Terima kasih. Selesai.

Hendra J. Kede

Ketua Bidang Hukum dan Legislasi PP KBPII dan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI


Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here