Kepala Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Supardi/ist

rmoljatimlima belas orang peserta dari Karisidenan Madiun yang mengikuti pelantikan ratusan pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) dalam hal ini pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu, 20 Mei 2020 lalu.  Sudah menjalani rapid tes dengan hasil non reaktif meskipun begitu ke limabelas orang tersebut diperintahkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Ke limabelas peserta tersebut diantaranya tujuh peserta dari kota Madiun, 3 peserta dari kabupaten Ngawi dan 5 peserta dari kabupaten Madiun. 

Kepala Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Supardi, saat dikonfirmasi membenarkan jika dari karisidenan Madiun ada 15 peserta yang menghadiri pelantikan tersebut. Dan Madiun masuk dalam gelombang ke tiga. Sekedar diketahui dari 240 peserta pelantikan dibagi dalam empat gelombang. Dan gelombang yang pesertanya diduga terconfirm covid-19 ada di gelombang empat.

“Ada 15 orang mas. Untuk Madiun masuk gelombang tiga, kan yang diduga terkena covid-19 itu peserta yang di gelombang empat. Meskipun begitu ke 15 orang ini saya perintahkan untuk rapid tes hasilnya non reaktif dan melakukan isolasi mandiri, pungkas Supardi.

Sekedar diketahui pada 18 Mei 2020 Badan Kepegawaian Daerah melalui surat nomor 821.2/4392.1/204.4/2020, sifat rahasia, perihal undangan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Isi surat tersebut, sehubungan telah ditetapkannya keputusan Gubernur Jawa Timur tentang pengangkatan dalam jabatan fungsional pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu, 20 Mei 2020, pukul 13.00 WIB bertempat di Gedung Graha Abdi Praja BKD Provinsi Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani No 1, Surabaya dilakukan pelantikan para pejabat fungsional tersebut dan yang akan dilantik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here