Ini Pandangan Iwan Sunito Soal Dampak Positif Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 tak hanya berimbas negatif pada pertumbuhan sektor ekonomi, sosial, pendidikan dan lainnya. Tapi, wabah ini juga memberikan dampak positif, yakni memaksa banyak perusahaan untuk melakukan proses transformasi menjadi perusahaan yang berbasis teknologi.


“Kondisi saat ini telah memaksa banyak perusahaan untuk melakukan proses transformasi menjadi perusahaan yang berbasis teknologi.  Ketiadaan kesempatan untuk berinteraksi secara normal telah memunculkan celah baru kebutuhan ataupun ketergantungan terhadap teknologi,” kata CEO & Founder Crown Group, Iwan Sunito, melalui pernyataan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (2/6).

Adaptasi teknologi, lanjut dia, adalah keniscayaan untuk menghadirkan pengalaman yang baru bagi konsumen.

“Dan perlu diingat bahwa selalu ada kesempatan berkembang di setiap krisis yang terjadi, yang berujung kepada lahirnya sebuah inovasi,” ucapnya.

Iwan, yang merupakan alumnus UNSW juga menjelaskan bahwa Crown Group sebagai salah satu perusahaan swasta terbesar di Australia selalu mengadaptasi teknologi sejak dahulu, untuk menciptakan pengalaman baru bagi pembeli properti dan tamu hotel.

“Kami telah berhasil menciptakan video 360-derajat yang menakjubkan untuk proyek-proyek utama kami dan hotel Skye Suites, termasuk di antaranya Mastery by Crown Group dan Waterfall by Crown Group. Disamping memperkuat program pemasaran melalui keterlibatan platform lini masa, sehingga tim sales kami dapat melakukan tur property virtual secara live kepada para agen penjualan dan konsumen. Terbukti bahwa raihan penjualan kami hingga bulan Mei 2020 berhasil mencapai Rp 630 milyar dan ini melampaui ekspektasi kami sebelumnya,” ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, bahkan sejak 24 bulan yang lalu, kedua hotel kami, Skye Suites Parramatta dan Skye Suites Sydney sudah memiliki fitur layanan virtual concierge, yang berujung dinobatkannya kedua hotel tersebut sebagai The Best Technology Hotel oleh HM Awards selama dua tahun terakhir (2018 – 2019).

“Disini terlihat jelas bahwa teknologi dan perusahaan sudah menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” pungkasnya.