Puluhan orang yang terjaring razia PSBB di Surabaya menjalani rapid test/Istimewa

rmoljatim Pernyataan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi yang menyebut Surabaya bisa menjadi seperti Wuhan beberapa waktu lalu, memantik reaksi Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony.

Legislator asal partai Gerindra ini mengaku geram dengan sikap pria yang mejabat sebagai Kepala RSU dr Soetomo Surabaya itu.

Thony berharap agar anak buah Khofifah Indar Parawangsa tidak hanya sekadar ngomong tapi juga bisa bekerja secara nyata yang hasilnya dapat membantu menyelesaikan masalah ini.

“Terkait statemen itu harapan kami provinsi tidak hanya sekadar ngomong, tapi harapan kami provinsi bisa ikut membantu menyelesaikan Kota Surabaya,” sindir AH Thony dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (1/6) malam.

Menurut Thony kecaman yang dilakukan kepada Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi ini lantaran ada beberapa pertimbangan yang mendasari hal itu. 

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jatim. Seharusnya jika ibu kota provinsi dan kasus virus coronanya tinggi, maka tidak hanya walikota saja yang dianggap gagal, melainkan juga gubernurnya. 

“Jadi gubernurnya itu juga gagal mengatasi wilayahnya sendiri, kotanya sendiri, dimana ia tinggal saat ini,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here