Febria Rachmanita/RMOLJatim

rmoljatim Pemkot Surabaya meradang atas tudingan Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) Rumah Sakit Dr Soetomo, dr Sudarsono yang menyebut anak buah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kurang berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di Surabaya.

“Tidak benar, tiap hari kita keliling, koordinasi itu. Memang terkadang tidak langsung dengan direksinya, tapi biasanya dengan rekam mediknya, dengan perawatnya atau dokter jaganya. Kalau tidak koordinasi, pasti kami tidak punya data,” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita dikutip Kantor Berita RMOLJatim di Balai Kota Surabaya, Senin (29/6).

Bahkan Feny sapaan Febria Rachmanita kembali memastikan bahwa tuduhan miring tentang tidak adanya koordinasi antara Dinkes dengan pihak rumah sakit tidak benar.

Pasalnya untuk kepentingan tracing secara masif, pihaknya harus memiliki data setiap hari dari rumah sakit rujukan Covid-19 agar penularan virus tersebut bisa segera dicegah.

“Kenapa kami melakukan itu setiap hari? Karena tidak semua rumah sakit entry data pasien, sehingga kami harus mendatangi rumah sakit itu setiap harinya, yang mana sering tidak entry data dan yang mana yang tidak tepat waktu melaporkan pasiennya,” jelasnya.

Ia menambahkan karena rutinnya melakukan koordinasi setiap hari, maka pihaknya dapat mengetahui serta memastikan ketersediaan tempat tidur dan jumlah pasien yang sedang dirawat.

“Kami juga punya data bahwa saat ini ada sebanyak 429 tempat tidur kosong di 50 rumah sakit di Surabaya, kami tahu karena kami keliling ke rumah sakit itu,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here