Pejabatnya Positif Covid-19, Pemkab Gresik Berlakukan Lockdown dan WFH

Pejabatnya Positif Covid-19,  Pemkab Gresik Berlakukan Lockdown dan WFH

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberlakukan lockdown hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan setelah seorang pejabat utamanya berinisial HS terkonfirmasi positif Covid-19.


Pelaksana Harian Koordinator Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Gresik, M. Nadlif saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut.

“Untuk sementara ruangan asisten di-lockdown hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan seluruh staff asisten melakukan Work From Home (WFH) sambil karantina mandiri di rumahnya masing-masing,” katanya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (10/7).

"Untuk memastikan kondisi kesehatan, seluruh staf atau pegawai asisten di rapid tes. Agar jika terjadi penyebaran bisa dideteksi, secara dini," ujarnya.

Ditambahkan Nadlif, selain melakukan rapid tes tehadap staf dan pegawai asisten, sebanyak 2000 ASN di lingkungan Pemkab Gresik juga di-rapid tes untuk mencegah penyebaran.

"Kekhawatiran pada penularan Covid 19, di lingkungan Pemkab Gresik ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, pejabat yang terkonfirmasi positif aktif dalam berbagai kegiatan penanganan Covid-19," tandas Kepala Badan Kepegawaian Daerah ini.

Untuk diketahui, HS yang berdomisili di Rungkut Surabaya kini menjadi pejabat eselon II pertama di jajaran Pemkab Gresik yang terkonfirmasi Positif Covid-19.

Namun, di eselon III dan IV Pemkab Gresik juga ada beberapa pejabatnya yang juga harus menjalani karantina mandiri. Sebagai langkah antisipasi dan proteksi dini.

Pemkab Gresik, mulai Jumat hari ini memberlakukan sistem WFH bagi staf di seluruh kantor instansi pemerintahan setempat. Hingga, Kantor Kecamatan dan Kelurahan atau Pemerintah Desa (Pemdes). Tetapi, untuk Camat, Sekcam dan pejabat tertentu tetap masuk kerja.

Sementara ini data terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gresik pada Kamis (9/7) kemarin bertambah 60 orang. Sehingga, total jumlahnya tembus 1.065 orang dengan rincian 786 orang dalam perawatan, 101 orang meninggal dunia dan 178 orang dinyatakan sembuh.