Memanas! Pasukan Israel Kembali Saling Serang Dengan Gerilyawan Hizbullah

Memanas! Pasukan Israel Kembali Saling Serang Dengan Gerilyawan Hizbullah

Di tengah tensi yang makin tinggi pasukan Israel kembali terlibat baku tembak dengan gerilyawan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon yang tengah bergejolak pada Senin (27/7).


Pertempuran antara keduanya terjadi di daerah yang dikenal sebagai Chebaa Farms, yang diperebutkan Israel dan Lebanon dalam perang Timur Tengah 1967. Warga Lebanon selatan di dekat perbatasan melaporkan penembakan yang dilakukan oleh pasukan Israel terus berlangsung selama lebih dari satu jam.

Pertempuran itu terjadi ketika Israel dalam siaga tinggi untuk kemungkinan serangan balasan oleh Hizbullah, setelah seorang pejuang mereka tewas dalam serangan udara Israel di Suriah pekan lalu.

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan militer mampu menggagalkan upaya sekelompok militan bersenjata untuk menyusup ke wilayah mereka.

"Kami tahu pasti bahwa mereka dipersenjatai dan bahwa mereka melintasi Garis Biru ke Israel," kata Conricus, merujuk pada garis yang menggambarkan perbatasan Israel dengan Lebanon, seperti dikutip dari AP, Senin (27/7).

Conricus mengatakan pasukan Israel menembaki para militan setelah mereka memasuki wilayah mereka, dan orang-orang bersenjata itu membalas tembakan. Conricus mengatakan tidak ada pasukan Israel yang terluka dalam insiden tersebut. Mengenai kondisi para militan mereka tidak berkomentar dan hanya menyebut kelompok itu melarikan diri dari tempat kejadian.

Kedua pihak bertempur dalam perang selama sebulan pada 2006 setelah Hizbullah menangkap dua tentara Israel dalam serangan lintas perbatasan.

Israel telah melakukan puluhan serangan udara di Suriah dalam beberapa tahun terakhir dengan menargetkan apa yang dikatakannya adalah pengiriman senjata Iran menuju Hizbullah di Libanon.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon, yang dikenal sebagai UNFIL, mengatakan komandannya Mayjen Stefano Del Col melakukan kontak dengan kedua pihak untuk menilai situasi dan mengurangi ketegangan.

Berbicara di parlemen, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintah mengikuti perkembangan di utara.

"Militer siap untuk setiap skenario," katanya. "Kami beroperasi di semua arena untuk pertahanan Israel baik yang dekat dengan perbatasan kami maupun sebaliknya."

Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mempersingkat pertemuan pendek di parlemen untuk bertemu komandan militer di markas tentara di Tel Aviv.