50 Kursi Parlemen Gresik Terbelah Di Pilkada 2020

50 Kursi Parlemen Gresik Terbelah Di Pilkada 2020

Sejumlah anggota DPRD Gresik Jawa Timur, mulai menyusun strategi untuk memenangkan pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang diusung atau yang didukung partainya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.


Hal tersebut mengemuka di kalangan anggota legislatif dari 8 partai politik (parpol), yang memiliki kursi di parlemen Gresik. Seperti PKB, Golkar, Gerindra, PDIP, Nasdem, PPP, PAN dan Demokrat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Gresik, Wongso Negoro mengatakan jelang perhelatan Pilkada Gresik 2020 pihaknya telah melakukan upaya pemetaan dukungan terhadap calon yang didukungnya sesuai instruksi partai.

"Kami telah melakukan pertemuan dengan pasangan Niat (Fandi Ahmad Yani-Aminatun Habiba Cabup-Cawabup Gresik 2020 yang didukung Partai Golkar) untuk mapping kekuatan dan strategi pemenangan," ujarnya, Kamis (30/7).

Partai yang telah memastikan dukungannya kepada pasangan Niat, lanjut Wongso, ada 5 partai, yakni Golkar, Nasdem, PAN, Demokrat dan PPP.

Masih menurut Wongso, bahwa pasangan Niat saat ini telah mengumpulkan 23 kursi di parlemen Gresik dari total 50 kursi. Dengan rincian Golkar 8 kursi, Nasdem 5 kursi, Demokrat 4 kursi serta PPP dan PAN masing-masing 3 kursi.

"Jika PDIP yang memiliki 6 kursi parlemen memberikan dukungannya ke pasangan Niat, maka jumlahnya akan menjadi 29 kursi. Dengan demikian peluang menang pasangan Niat, kansnya sangat besar," tegasnya.

"Untuk mewujudkan kemenangan pasangan Niat, kami tinggal mapping saja perolehan suara kita masing-masing pada saat Pileg 2019 lalu. Kalau kekuatan dukungan massa dari 23 anggata DPRD Gresik dari 5 parpol yang menang pada Pileg 2019 ini utuh dan tak berkurang banyak, bukan hal mustahil pasangan Niat bakal menang mutlak," imbaunya.

Hal berbeda diungkapkan, Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosyadi yang mengaku tak gentar meski pasangan yang diusung partainya. Yakni, Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) hanya diusung 2 parpol pemilik kursi di parlemen.

"PKB dan Gerindra sudah membangun kesepakatan untuk mengusung dan memenangkan pasangan QA di Pilkada Gresik 2020," ucapnya.

Senada disampaikan Nur Saidah Bendahara DPC Gerindra Gresik bahwa Gerindra telah mengusulkan duet QA ke DPP Gerindra.

"Koalisi Gerindra - PKB yang total memiliki 21 kursi di DPRD Gresik, sudah cukup untuk mengusung dan memenangkan pasangan QA di Pilkada Gresik 2020. Apalagi, di tambah dengan kekuatan yang kami miliki serta dukungan berbagai komponen masyarakat Gresik," tandasnya.

"Kayakinan ini bukan tanpa alasan, sebab Gerindra dan PKB memiliki basis massa militan ditingkat akar rumput," tutup Saidah.

Untuk diketahui, dari 8 parpol yang memiliki kursi parlemen di DPRD Gresik. Masih 6 parpol yang telah menurunkan rekomendasi (rekom) dukungan kepada kandidat, yang akan diusung pada Pilkada Gresik 9 Desember 2020.

Keenam parpol yang telah menurunkan rekom, yakni PKB untuk pasangan QA. Kemudian, PAN, Demokrat, PPP, Golkar dan Nasdem menurunkan rekom ke pasangan Niat. Sedangkan, Gerindra dan PDIP belum menegaskan turunnya rekom partainya kepada siapa hingga saat ini.