PKB Tawarkan Dirut PDAM Dampingi MA di Pilwali Surabaya

PKB Tawarkan Dirut PDAM Dampingi MA di Pilwali Surabaya

Peringatan Hari lahir PKB ke 22 sekaligus merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah dan pembagian daging kurban di Kantor DPC PKB Kota Surabaya sangat luar bisa.


Pasalnya dalam acara di jalan Ketintang, Surabaya tersebut juga dihadiri tamu istimewa, yakni bakal calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin (MA) dan Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman.

Santer terdengar, Mujiaman kabarnya juga ingin maju dalam kontestasi pilwali untuk kursi Surabaya dua yang akan diselenggarakan pada 9 Desember Mendatang.

Menanggapi kedatangan pasangan bacakada Surabaya yang keduanya terlihat duduk berdampingan di barisan paling depan, Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf menyerahkan semua keputusan ke MA.

"Kalau pak Machfud cocok ya monggo," kata Musyafak dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (1/8).

Menurut Musyafak, saat ini Dirut perusahaan plat merah milik Pemkot Surabaya itu cenderung membuka diri. Seolah Mujiaman sudah siap menjadi calon Wakil Wali Kota Surabaya mendatang.

"Beliau sekarang sudah berani terbuka disebut cawawali, meskipun sekarang masih menjabat Dirut PDAM Surya Sembada. Itu kan berarti nawaitunya serius" ujarnya.

Bahkan lanjut Musyafak. keseriusan Mujiaman maju untuk memimpin Surabaya dua ini terlihat dalam acara ini.

Sebab PKB sendiri secara resmi tidak mengusulkan figur cawawali untuk MA. 

Namun Mujiaman berani hadir dalam acara kepartaian.

"Tapi dengan mengundang pak Mujiaman ini kan seperti signal. Kita gak bisa mengusulkan cawawali. Nunggu pak Machfud cocok dulu baru kita usung berpasangan nanti"l," ungkapnya.

Sementara itu Mujiaman mengaku menyerahkan sepenuhnya pada partai pengusungnya. Sebab sebagai Dirut PDAM Surya Sembada tidak etis kalau mendesak dijadikan cawawali berpasangan dengan Machfud Arifin. 

"Itu wewenang dari partai pengusung yang nantinya finalnya tergantung keputusan cawali," ungkapnya.

Mujiaman juga mengaku sebagai profesional tidak berpengalaman di bidang politik, kalau nantinya bakal diinginkan MA. 

"Saya tidak tahu garis tangan saya nanti bagaimana. Saya hanya mengikuti petunjuk Allah SWT. Yang jelas saya terbiasa untuk bekerja keras dimanapun saya ditempatkan bekerja. Itu sudah kodrat saya," pungkasnya.