Partai Demokrat tidak gentar dengan kemunculan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang dipimpin I Gede Pasek Suardika. Sekalipun Gede Pasek menyebut banyak mantan kader Demokrat dan Hanura yang tertarik bergabung.
- Bebas April 2023, Anas Urbaningrum akan Bangkit seperti Anwar Ibrahim di Malaysia
- Ungkap Hasil Sidang Tertutup ke Publik, Penasihat Hukum Mas Bechi Dinilai Melanggar Asas Peradilan
- Sering Ungkap Hasil Sidang Tertutup ke Publik, Penasehat Hukum Mas Bechi Diminta Jaga Kode Etik
Dikatkan Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, kehadiran PKN merupakan manifestasi dari hak politik yang sebagian dari mereka adalah mantan kader Demokrat.
“Tak ada kekhawatiran sama sekali," tegasnya kepada wartawan, Minggu (31/10).
Bahkan menurutnya, apa yang dilakukan loyalis Anas Urbaningrum itu merupakan bentuk cara-cara yang ksatria. Di mana mereka tegas mendirikan partai baru sebagai wadah perjuangan.
"Pindah partai politik adalah pilihan cara yang sah dan legal ketika memilih berjuang dan mengabdi melalui jalan politik, apalagi mendirikan partai politik baru. Itu pilihan jalan yang terhormat," tegasnya.
Baginya, apa yang dilakukan Gede Pasek berbanding terbalik dengan yang dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko yang memilih jalan pintas "membegal" parpol lain. Yaitu dengan melakukan munaslub mengatasnamakan Partai Demokrat.
“KSP Moeldoko dan kaki tangannya memilih jalan pintas dengan cara-cara yang ilegal dan melawan hukum," katanya sebagaimana dimuat Kantor Berita Politik RMOL.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Demokrat Resmi Punya Dewan Pakar yang Dipimpin Andi Mallarangeng
- Irwan Fecho Gantikan Mendiang Renville Antonio
- Terpilihnya Aklamasi AHY dan SBY sebagai Pemimpin Demokrat Akan Bawa Kejayaan di Pemilu 2029