Langkah Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menelusuri indikasi adanya uang hasil penjualan narkoba dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 didukung Gurubesar Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk.
- Saran Refly Harun Soal Polri di Bawah Kemendagri
- Wali Kota Surabaya Eri Gandeng Polisi dan TNI Perangi Curanmor, Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
- Polri Susun Skema Rekayasa Lalin Saat Arus Balik Lebaran 2025
Hamdi menilai, apa yang dilakukan Kabareskrim dan jajarannya adalah langkah yang sangat tepat. Sebab, upaya itu dapat mencegah dan menghentikan upaya pencucian uang hasil penjualan narkoba untuk kegiatan politik.
“Sudah benar itu, saya setuju itu. Kan bisa money laundry (pencucian uang) nanti lewat narkoba, uang hitam buat pembiayaan politik,” jelas Hamdi dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (30/5).
Hamdi juga mendorong Kabareskrim dan jajaran mengusut tuntas masalah ini. Ia mengamati banyak dana haram nantinya yang lari ke politik.
Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri menemukan adanya indikasi penggunaan uang penjualan narkoba untuk kontestasi Pemilu Serentak 2024 di sejumlah daerah.
Indikasi tersebut berdasarkan pengembangan dari penangkapan anggota legislatif di beberapa daerah. Bahkan Bareskrim saat ini sedang memetakan aliran dana hasil penjualan narkoba yang diduga digunakan untuk kegiatan pencalonan legislatif dalam Pemilu 2024.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Saran Refly Harun Soal Polri di Bawah Kemendagri
- Wali Kota Surabaya Eri Gandeng Polisi dan TNI Perangi Curanmor, Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
- Polri Susun Skema Rekayasa Lalin Saat Arus Balik Lebaran 2025