Kota Surabaya akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri.
- PB IDI: Omicron Lebih Ringan, Tapi Kecepatan Penularannya Bisa Lima Kali Lipat
- Corona Varian Baru Masuk ke Jatim, Disnaker Sampang Beberkan Proses Penanganannya
- Muncul Varian Virus Baru, Bos Pfizer: Vaksinasi Covid-19 Perlu Dilakukan Setiap Tahun
Tjutjuk Supariono, anggota komisi D sekaligus ketua fraksi PSI DPRD Kota Surabaya mengingatkan pemkot agar menuntaskan dahulu vaksinasi anak sebelum menjalankan kebijakan tersebut.
“Pelaksanaan PTM ini memang dibutuhkan, tapi demi memastikan keselamatan, proses vaksinasi anak usia 6-11 tahun hendaknya diselesaikan dahulu. Untuk SMP mungkin sudah siap, tapi SD kan baru setengah yang divaksin, yang TK malah belum” terang Tjutjuk, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, (7/1).
Tjutjuk menambahkan, pemkot seharusnya juga mempertimbangkan mulai merebaknya varian Omicron dan melemahnya kualitas tracing satu pekan terakhir. Jalan tengahnya, menurut Tjutjuk dapat dilaksanakan pembelajaran secara hybrid, menyesuaikan capaian vaksinasi sekolah, sambil menunggu penuntasan vaksinasi.
“Makanya vaksinasi anak harus digenjot supaya cepat selesai. Saya dengar kemarin belum sampai 60%. Sekolah dan dinas terkait juga harus memastikan tercukupinya fasilitas penunjang protokol kesehatan. Satgas Covid juga perlu memberikan edukasi dan pengawasan baik kepada murid, orang tua dan pegawai sekolah” ucap Tjutjuk.
Diketahui pembelajaran tatap muka memang penting untuk menghindari dampak negatif pembelajaran jarak jauh seperti putus sekolah, learning loss, penurunan capaian belajar, dan kekerasan anak.
“Sekali lagi, demi kelancaran dan keamanan PTM ini saya harapkan semua pihak mulai dari murid, guru, dan orang tua harus bekerja sama. Pemkot harus memprioritaskan semua keperluan penunjangnya dan harus gerak cepat. Kalau perlu diadakan juga evaluasi secara berkala mengikuti perkembangan situasi COVID-19” tutup Tjutuk.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Whisnu Berharap Ketersediaan Kantong Plasma Bisa Segera Teratasi
- Masa Sosialisasi Penerapan Aturan Baru, KAI Daop 8 Surabaya Tolak 1.564 Pelanggan Tak Penuhi Syarat
- 9.194 Nakes di Surabaya Sudah Divaksin Moderna