Ketua Garda Matahari Jawa Timur, Ali Mu'thi menegaskan seluruh relawannya siap menjadi saksi probono. Yakni, saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanpa harus dibayar atau diberi bayaran.
- Ini 9 Nama yang Lolos Seleksi Anggota Dewan Pers Periode 2022-2025
- Meski Melalui PTUN, Moeldoko Hanya Akan Temui Jalan Buntu
- Bicara Kemampuan, Politisi PDIP Ini Dinilai Layak Teruskan Kepemipinan Tjahjo Kumolo di KemenpanRB
''Kami sangat merindukan perubahan. Dan kesaksian di TPS sangat menentukan perubahan itu. Kami sudah memperbincangkan bagaimana menyiapkan saksi yang berjuang secara iklas, sukarela dan mandiri,'' urai Ali di hadapan 250 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Training of Trainers (ToT) di Graha Gus Dur, Minggu (7/1).
Pernyataan Ali spontan disambut riuh. Peserta terlihat antusias untuk sukarela dan mandiri mengawasi proses penghitungan suara.
''Tak masalah, yang terpenting kami diberitahu bagaimana cara mengawasi proses-proses di dalam TPS itu,'' ungkap Ninik, peserta asal Surabaya.
Disinggung soal probono, Ninik menguraikan bahwa tekad dari rekan-rekannya di Garda Matahari sudah terlihat sejak awal organisasi relawan itu dibentuk tahun silam. Para anggota Garda Matahari terlihat memang rata-rata profesional gandrung perubahan.
''Seperti acara hari ini. Semuanya berangkat dari daerah-daerahnya secara mandiri. Mereka ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran, untuk memenangkan AMIN. Semuanya sukarela,'' tegas perempuan yang lama berkecimpung di kegiatan sosial ini.
Selain dari Surabaya, peserta juga datang dari Jember, Lamongan, Kediri, Situbondo, Ngawi, Malang, Pasuruan dan beberapa daerah lainnya. ''Dini hari rata-rata sudah berangkat ke Surabaya,'' ujar Ninik.
Terkait probono, Ali memaparkan pihaknya sudah menggaungkan konsep itu sejak akhir Desember 2023. Umumnya, para anggota Garda Matahari se-Jawa Timur sudah bisa memaklumi kondisi para saksi yang bakal dipersiapkan di TPS.
''Ada tekad yang membaja dalam sanubari rekan-rekan untuk mendorong perubahan,'' pungkas Ali dikutip Kantor Berita RMOLJatim.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Anies Bagai Momok yang Ditakuti Rezim, Gangguan Pencapresan Bakal Datang Bertubi-tubi
- Adanya Lobi Politik Bisa Membuat Hak Angket Gagal Goyang Jokowi
- Syahganda: Megawati Duulu Pendukung Soeharto Sebelum 27 Juli 1996