Pemerintah Kota Kediri terus meningkatkan kesiapan untuk mengantisipasi lonjakan angka kasus Covid-19.
- Dinsos Kota Kediri Salurkan Bantuan untuk PMKS dari Provinsi Jawa Timur
- Rapat Satgas Covid-19, Pemkab Kediri Bakal Dirikan Rumah Sakit Darurat Sementara
- Dampak PPKM Darurat, Sejumlah Masjid di Kota Kediri Tak Selenggarakan Sholat Idul Adha
Selain menjaga bed occupancy ratio tetap landai untuk penderita Covid-19 gejala berat, Pemerintah Kota Kediri juga membuka dua tempat isolasi terpusat khusus warga dengan kasus Covid-19 gejala ringan atau OTG.
Di tempat isolasi terpusat Eks BLK saat ini sudah dihuni sekitar 26 orang, sementara untuk GNI sudah siap untuk ditempati.
Kalaksa BPBD kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah sarana prasarana di GNI, seperti kamar mandi, mesin cuci, dan tempat tidur.
"Kita sudah menyiapkan gedung GNI untuk isolasi mandiri, yang fasilitasnya sama dengan Gedung eks BLK. Tapi semoga gedung GNI ini tidak sampai dipakai. Fasilitas yang sudah ada wifi, mesin cuci, dan TV," kata Indun kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (14/7)
Indun menambahkan, penyekatan juga dilakukan untuk membagi pasien pria dan wanita. Sementara sarpras lain tidak berbeda jauh dari yang telah disiapkan di eks BLK.
Meski gedung GNI sudah siap untuk menampung pasien, dirinya berharap penyebaran Covid-19 di kota Kediri bisa ditekan, dan Gedung GNI tidak sampai ada yang menempati.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Dinsos Kota Kediri Salurkan Bantuan untuk PMKS dari Provinsi Jawa Timur
- Rapat Satgas Covid-19, Pemkab Kediri Bakal Dirikan Rumah Sakit Darurat Sementara
- Dampak PPKM Darurat, Sejumlah Masjid di Kota Kediri Tak Selenggarakan Sholat Idul Adha