Untuk sementara ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunda kegiatan ke luar negeri sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona.
- Ribuan Siswa SMA-SMK Ikuti Unusa Virtual Expo 2021
- Soal Penutupan ITM, Mahasiswa Minta Pertanggungjawaban Yayasan Dwi Warna
- KKN Pulang Kampung, Mahasiswa UNM Mengabdi di Desa Cengkok
“Pengumuman resmi mengenai masuknya virus corona ke Indonesia menjadi suatu bentuk kewaspadaan yang patut diantisipasi penyebarannya. Karenanya beberapa hari yang lalu kami (pimpinan ITS) mengeluarkan kebijakan khusus untuk para tenaga pendidik (dosen) dan mahasiswa yang memang cukup banyak melakukan aktivitas ke luar negeri,” kata Sekretaris Institut ITS Dr Suhartono, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (9/3).
Kebijakan penundaan sementara kegiatan dinas ke luar negeri sebenarnya telah disampaikan ITS kepada internal instansi jauh hari sebelum presiden menyampaikan pengumuman resminya mengenai masuknya virus corona ke Indonesia. Kebijakan penundaan keberangkatan ke negara yang terdampak virus corona tersebut berlangsung hingga negara tersebut dinyatakan aman.
“Pimpinan ITS juga akan terus memonitor perkembangan negara-negara terdampak, sehingga dapat menentukan jadwal khusus untuk memberikan izin kegiatan ke luar negeri,” pungkasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Tebuireng Miliki Rumah Sakit Hasyim Asy’ari, Unhasy Ditantang Dirikan Fakultas Kedokteran
- Peneliti ITS Anjurkan Pengembalian Tata Guna Lahan Pegunungan
- ITS Berhasil Kembangkan Mesin Penanam Padi Otomatis