Kejahatan aneksasi yang masih dilakukan Israel terhadap wilayah negara Palestina terjadi karena tidak ada sanksi negara-negara dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Teranyar, Israel menyetujui pembangunan 4.427 rumah di Tepi Barat.
- Minta Pelabelan Organisasi Teroris Dihapus, Hamas Gugat Inggris
- Israel Bom Sekolah di Gaza, Korban Tewas 31 Orang
- Israel Gempur Gaza Saat Idulfitri, 80 Orang Tewas
Begitu disesalkan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/5).
"Kejahatan Israel kepada Palestina terus berlangsung akibat tidak ada sanksi tegas dari Perserikatan Bangsa Bangsa dan komunitas internasional,” sesal Sukamta.
Menurut politisi PKS ini, perbedaan sikap PBB terhadap Palestina jelas terlihat dengan adanya sanksi dunia internasional kepada Rusia. Ukraina kini terus mendapat dukungan, sedangkan Rusia sebagai penjajah diberikan beragam sanksi tegas.
“Standar ganda negara-negara di dunia ini memalukan dan menunjukan bahwa politik dan ekonomi berada di atas kemanusiaan. Padahal penjajahan Israel kepada Palestina lebih lama dan lebih parah dari segi aneksasi wilayah, jumlah korban rakyat Palestina dibandingkan apa yang dialami Ukraina,” cetusnya.
Wakil Ketua Fraksi PKS ini lantas memberikan saran kepada pemerintah Indonesia dalam konflik Palestina dan dalam posisi geopolitik dunia.
"Kita Indonesia, sebagai negara yang menentang penjajahan di dunia perlu melakukan langkah-langkah strategis jangka pendek dan jangka panjang,” tuturnya sebagaimana dimuat Kantor Berita Politik RMOL.
Posisi Indonesia yang kini memimpin G-20, kata dia, masih menjadi 'good boy', belum menjadi pemimpin sesungguhnya yang bisa menekan dan mengarahkan negara-negara maju dan berkembang lainnya dalam agenda Internasional, khususnya di Palestina.
"Saya mendorong langkah jangka pendek agar Indonesia melakukan diplomasi menekan Israel bahkan mendorong PBB mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina dan memberikan sanksi tegas ke Israel,” ucapnya.
Sementara untuk jangka panjangnya memperkuat ekonomi, teknologi dan pertahanan Indonesia agar negara-negara maju tidak meremehkan Indonesia.
Konflik Israel terus memanas ketika dunia fokus pada konflik Ukraina-Rusia. Belum lama ini terjadi penembakan terhadap jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh oleh pasukan Israel.
“Bulan Ramadhan lalu, kaum muslimin Palestina yang sedang beribadah di masjid Al Aqsa diserbu polisi Israel menyebabkan puluhan luka-luka,” demikian Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS ini.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Umat Islam Diimbau Taati Seruan Ulama soal Palestina
- DMDI Dukung Rencana Prabowo Evakuasi Ribuan Warga Gaza ke Indonesia
- Minta Pelabelan Organisasi Teroris Dihapus, Hamas Gugat Inggris