Lumbung suara kelompok Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur mengarah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengalahi peraup suara terbanyak pada Pemilu 2019.
- Usai Dikasih Izin Tambang, Dikhawatirkan NU dan Muhammadiyah Tidak Kritis Lagi
- Silaturahmi ke Ketum PBNU, Khofifah : PP Muslimat NU Undang KH. Yahya Beri Pengarahan di Kongres XVIII Muslimat NU
- Cagub Luluk: Muhammadiyah Dan NU Penjaga Demokrasi Dan Ekonomi Jawa Timur
Hal tersebut terekam dalam hasil survei terbaru Arus Survei Indonesia bertajuk “Preferensi Suara NU dan Peta Elektoral Pilpres 2024 di Provinsi Jawa Timur”, di Sofyan Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/6).
“Terkait elektabilitas partai politik lima besar di antaranya, PKB 19,3 persen, di atas PDIP 17,6 persen (pemenang Pemilu 2019),” ujar Ali.
Bukan cuma PDIP, Ali menyebutkan Gerindra di posisi ketiga dengan elektabilitas 14,8 persen, Golkar urutan keempat 10,3 persen, dan Nasdem peringkat kelima 5,7 persen.
Sedangkan di posisi 6 hingga 10 besar ada Demokrat mendapat elektabilitas 5,1 persen, PPP 3,5 persen, PAN 2,2 persen, PKS 2,0 persen, dan Gelora 1,0 persen.
Sisanya, seperti Partai Buruh mendapat elektabilitas 0,6 persen, PSI 0,4 persen, PBB 0,4 persen, Perindo 0,1 persen, Garuda 0,1 persen, dan Hanura 0,1 persen.
Adapun responden yang tidak menjawab ada sebanyak 16,9 persen.
Survei Arus Survei Indonesia kali ini dilakukan pada medio 15 hingga 22 Mei 2023, menggunakan metode multistage random sampling.
Responden yang dipilih adalah warga Jawa Timur berjumlah 800 responden. Survei ini mencatatkan margin of error kurang lebih 3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- PDIP Belum Pasti Gabung Pemerintahan Prabowo, Analis Nilai Pertemuan dengan Megawati Tak Menjamin Koalisi Bertambah
- Usulan Penghapusan Anggaran Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo Tuai Kontroversi
- PDIP Klaim Hubungan Dengan Jokowi Selalu Hangat