Gerakan Mahasiswa Nasisonal Indonesia (GMNI) Bangkalan melakukan aksi demonstrasi di Mapolres Bangkalan, Senin (12/6). Massa aksi memblokade jalan dengan membakar ban bekas.
- Pameran Naskah Kuno Warnai Haul Akbar Syaikhona Kholil Bangkalan, Gubernur Khofifah: Ini Komitmen Menjaga dan Menghargai Keilmuan Ulama Nusantara
- Jelang Haul Akbar Satu Abad Syaikhona Kholil Bangkalan, Gubernur Khofifah: Beliau Ulama Besar Inspirator Lahirnya NU, Organisasi Islam Terbesar Di Dunia
- SKK Migas dan PHE WMO Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Korban Banjir di Bangkalan
Aksi digelar karena seringnya terjadi tindak pencurian bermotor (curanmor) di kawasan sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sehingga meresahkan mahasiswa yang tengah menjalankan aktifitas belajar.
Akibat kondisi lingkungan sekitar kampusnya yang tak kondusif, sekira 30 mahasiswa kader GMNI mendatangi Polres Bangkalan menyampaikan kritik terkait kinerja Kepolisian Resort Bangkalan.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa menilai Polres Bangkalan tidak becus menciptakan keamanan. Massa GMNI juga menyebut Kapolres Bangkalan telah gagal.
Meski aksi sudah berlangsung beberapa menit, tapi Kapolres tak kunjung menemui, padahal mahasiswa sudah beberapa kali meminta agar orang nomor satu di Polres bangkalan itu segera keluar menemui.
Merasa permintaannya tak digubris, massa GMNI mencoba menerobos paksa barisan aparat kepolisian, sehingga terjadi saling dorong antara personil polisi dan massa demonstran. Ketegangan mereda setelah Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya bersedia menemui massa GMNI.
Ketua DPC GMNI Bangkalan, Syaiful Arif dalam orasinya menyebut terjadi banyak persoalan tindak kriminal di Bangkalan. Bahkan kata Arif ancaman keamanan hingga ke lingkungan sekitar kampus.
Sudah beberapa kali pihaknya berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan evaluasi terhadap persoalan yang terjadi.
"Hari ini kita turun ke jalan karena memang di bulan Juni, khususnya beberapa minggu ini sering terjadi curanmor, dan itu sudah beberapa kali kita ingatkan terhadap beberapa jajaran kepolisian untuk kemudian menindaklanjuti," ujarnya
Arif menambahkan hingga sekarang aksi curanmor masih kerap terjadi di kawasan kampusnya, terakhir pada Jumat (9/6) ada 3 unit motor lenyap digondol maling.
"Namun yang terjadi praktik di lapangan hanya segitu-gitu saja. Malah yang terjadi tiap hari, tiap malam ada curanmor," tandasnya
Menanggapi protes mahasiswa GMNI, AKBP Febri Isman Jaya menyebut yang disampaikan mahasiswa pengunjuk rasa merupakan bentuk dukungan terhadap institusi Polri.
"Itu namanya memberikan support Polres Bangkalan. Kita berterima kasih kepada adik-adik mahasisw," jawabnya singkat.
Ditanya berapa banyak tindak kejahatan di kawasan kampus tersebut, AKBP Febri menjawab Satreskrim yang lebih tahu detilnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Polres Probolinggo Kota Ringkus Pelaku Curas Bersenpi yang Viral di Medsos
- Pasutri Curanmor Asal Probolinggo Ditangkap Polisi, Terlibat Aksi di Dua TKP
- Pameran Naskah Kuno Warnai Haul Akbar Syaikhona Kholil Bangkalan, Gubernur Khofifah: Ini Komitmen Menjaga dan Menghargai Keilmuan Ulama Nusantara