RMOLBanten. Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela baru saja
mengumumkan bahwa pemilihan presiden dimenangkan oleh petahana, Nikolas
Maduro.
- Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah 41 Orang, Jateng dan Jatim Paling Banyak
- Separuh dari 150 Ribu Pasukan Rusia di Perbatasan Sudah Masuk ke Teritori Ukraina, Kiev Dikepung
- Pemuda Jember Babak Belur Dihajar Massa Usai Kepergok Curi Kotak Uang di Sebuah Toko
Dalam pemilihan ini, seperti beberapa pemilihan sebelumnya, Venezuela menggunakan sistem digital.
Dalam pemilihan yang digelar hari Minggu (20/5), Maduro memperoleh 5,8 juta suara, meninggalkan lawan terkuatnya, Henri Falcon, jauh di belakang (1,8 juta suara).
Adapun dua kandidat presiden lainnya, Javier Bertucci dan Reinaldo Quijanda, masing-masing memperoleh 942 ribu dan 34 ribu suara.
Dengan hasil ini, Nikolas Maduro berhasil mempertahankan kursi kekuasan yang didudukinya setelah Hugo Chaves meninggal dunia pada 2013.
Dalam pemilihan presiden Venezuela ini, jumlah pemilih yang terdaftar sebanyak 20 juta orang. Hasil pemilihan memperlihatkan bahwa jumlah pemilih yang tidak hadir ke TPS lebih dari 50 persen.
Kelompok oposisi menyerukan boikot dan meminta negara-negara yang selama ini berseberangan dengan Venezuela untuk tidak mengakui hasil pilpres. [guh]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Emak-Emak Asal Banyuwangi Tabrak Mahasiswa, Mobil dan Motor Masuk Jurang
- Gudang RS Bhakti Husada Krikilan Banyuwangi Terbakar, Sejumlah Pasien Dievakuasi
- 3 Bocah Kecelakaan Sepeda BMX di Turunan Terjal di Jember, 1 Korban Tewas 2 Terluka