Varian baru virus corona yang ditemukan di Brasil berpotensi memengaruhi efektivitas vaksin Covid-19.
- TNI AD Bangun RS Darurat Untuk Korban Gempa Dilengkapi Kamar Operasi Hingga Ruang ICU
- Jangan Abai Prokes, Menkes Budi: Varian Delta Bisa Menulari Orang Yang Sudah Vaksin
- Sidak PPKM Darurat, Bupati Probolinggo Temukan Pelanggar
Kepala penasihat ilmiah untuk pemerintah Inggris, Sir Patrick Vallance menyoroti kekhawatiran mengenai mutasi virus corona yang muncul di Brasil, berbeda dengan varian yang ditemukan di Inggris.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip Sputnik pada Kamis (14/1), Vallance mengatakan sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru virus corona menimbulkan gejala yang lebih parah.
"Tidak ada bukti sama sekali dalam varian ini yang membuat penyakit itu lebih parah. Jadi perubahan yang kami lihat pada varian sebagian besar terjadi pada peningkatan transmisi," jelasnya.
Menurut Vallance, tidak ada bukti bahwa varian baru di Inggris memengaruhi sistem kekebalan tubuh pada orang yang sudah divaksinasi.
Tetapi ia tidak yakin hal serupa dapat terjadi untuk varian berbeda yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil.
"Yang ada di Afrika Selatan dan Brasil, kami belum tahu pasti. Ada sedikit lebih banyak risiko bahwa ini mungkin membuat perubahan pada cara sistem kekebalan mengenalinya, tetapi kami tidak tahu. Eksperimen itu sedang berlangsung," ujarnya.
Saat ini Inggris sendiri tengah bersiap untuk menghentikan penerbangan dari Brasil dan Afrika Selatan akibat mutasi virus.
Pada awal pekan ini, pemerintah Inggris mengungkapkan bahwa sekitar 1.600 spesialis perawatan kesehatan militer bekerja di rumah sakit untuk mendukung upaya penanganan pandemi.
Inggris sudah mencatat lebih dari 3,1 juta kasus di seluruh negeri, dengan lebih dari 83 ribu kematian.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kasus Aktif Nasional Turun 108 Orang, Jumlah yang Sembuh Covid-19 Masih Tinggi
- Jangan Abai Prokes, Menkes Budi: Varian Delta Bisa Menulari Orang Yang Sudah Vaksin
- Langgar Prokes, Vaksinasi Massal di Grand City Diminta Evaluasi Secara Menyeluruh