Komisi E DPRD Jatim mendesak Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit di Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit difteri.
- DMI Lamongan Lantik 84 Pengurus Imam Masa Bakti 2022-2027
- H-9 Lebaran, Ribuan Pemudik Sudah Padati Penyeberangan Merak-Bakauheni
- Waspada Hasil Tak Sesuai Harapan Suporter, Polrestabes Surabaya Kerahkan 2.641 Personil Gabungan Saat Persebaya Hadapi Persik
Baca Juga
Difteri tersebut disebabkan penyebaran virus dan sangat menular. Hal ini harus diantisipasi oleh pihak-pihak terkait khususnya Dinas Kesehatan Jatim,â€ungkap Anggota Komisi E DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto di Surabaya, Kamis (29/11).
Pria yang juga politisi Partai Demokrat ini lalu mengambil contoh penyebaran penyakit difteri di Jatim.
â€Saya mendapat laporan kalau di Surabaya sudah ada dua siswa SD terkena Difteri. Ini merupakan warning agar berhati-hati. Harus ada upaya pencegahan massal untuk penyebarannya misalnya pemberian suntikan vaksin difteri,â€jelasnya.
Diungkapkan oleh pria asal Malang ini,pihaknya minta agar Dinas Kesehatan Jatim segera mengambil keputusan membuat status KLB (Kejadian Luar Biasa) agar bisa meminalisir penyebaran penyakit difteri tersebut.
Tak hanya itu, sambung Agus Dono, pihaknya juga berharap beberapa rumah sakit di Jatim juga menyediakan ruang khusus untuk penderita difteri.
Tak harus di bawa ke RS Soetomo, rumah sakit daerah harus segera menyediakan ruang isolasi khusus penderita difteri,â€tutupnya.[bdp]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Gelar Kajian Fikih, Para Kiai Muda Ajarkan Pelatihan Perawatan Jenazah ke Santri
- Perempuan Asal Kediri dan Dua Anaknya Tercatat Sebagai Penumpang Pesawat Sriwijaya SJ-182
- Gus Ipul-Arum Sabil Tampil Kompak di Acara Pramuka yang Dihadiri Khofifah
Baca Juga