Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memastikan ketahanan pangan Jatim saat ini dalam posisi sangat baik, bahkan mampu menjadi tulang punggung nasional. Hal tersebut terlihat dari ketersediaan pangan seperti beras, jagung, dan ubi kayu dalam posisi surplus.
- Rakor Penguatan Ekonomi Desa, Gubernur Khofifah Optimis Koperasi Desa Merah Putih Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Turunkan Kemiskinan
- Kian Diminati, Beras Organik Banyuwangi Tersedia di 18 Ribu Supermarket se-Indonesia
- Jangan Salah Pilih, Ini 8 Online Shop Terbaik untuk Beli Kebutuhan Bayi
Saat ini, lanjutnya, produksi padi di Jatim surplus 4,9 juta ton, jagung surplus 6,2 juta ton, ubi kayu surplus 2,9 juta ton, dan ubi jalar surplus 135 ribu ton. Untuk beras, konsumsi beras per kapita Jatim pada sensus 2016 lalu sebanyak 91,3 kg per kapita per tahun.
Dengan jumlah penduduk sekitar 39 juta jiwa, maka kebutuhan beras di Jatim sebanyak 3,6 juta ton beras setiap tahunnya.
Untuk beras kita tidak hanya surplus tapi juga mampu memenuhi kebutuhan di 15 provinsi lain. Kita yang minus hanya kedelai dan bawang putih,†pungkasnya.[aji
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Dampak Kenaikan BBM Subsidi, Ekonom Yakin Keuangan Indonesia Masih Solid
- Bank Jatim Hadirkan E-Retribusi di Pasar Perak Jombang
- Apresiasi Badan Usaha Peserta DPLK, bank bjb Gelar Program DPLK Bertabur Hadiah