Sebanyak tiga ribu pekerja medis di Hong Kong melakukan aksi mogok kerja untuk mendesak pemerintah menutup akses perbatasan dengan daratan China pada Sabtu (1/2).
- Menperin Minta Penegakan Hukum Tidak Tebang Pilih Saat Isu Impor Ilegal Sedang Ramai
- Genjot Daya Beli Masyarakat Saat Lebaran, Pemerintah Siapkan Subsidi Ongkir Hingga Rp 500 Miliar
- SIG Pabrik Tuban Raih ESDG Award 2022
Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan penularan wabah virus Novel Corona yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Di mana pada Sabtu, total pasien positif terjangkit corona di Hong Kong sudah mencapai 13 orang dengan 112 orang lainnya diisolasi.
"Jika kita tidak mengekang sumbernya (virus), sumber daya pencegahan epidemi dan tenaga manusia tidak akan pernah cukup," ujar Ketua Alinasi Karyawan Otoritas RUmah Sakit (HAEA), Winnie Yu seperti dimuat Channel News Asia.
"Kami tidak ingin mogok, tetapi pemerintah telah mengabaikan tuntutan pekerja medis garis depan. Kami tidak punya pilihan," tambahnya.
Menindaklanjuti tuntutan para pekerja medis, HAEA akan bertemu dengan otoritas rumah sakit Hong Kong untuk bernegosiasi pada Minggu (2/2). Jika tuntutan mereka tidak diloloskan, maka mereka akan terus melakukan aksi pemogokan kerja dengan jumlah yang lebih banyak. Pertama-tama, sebanyak 30 persen dari total 9.000 anggota HAEA akan mogok pada Senin (3/2). Selanjutnya, mereka telah merencanakan pemogokan hingga empat hari.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Program Khusus KPR BTN Mandalika, Berhadiah Tiket Nonton Moto GP
- Dampingi Presiden Jokowi Periksa Cadangan Beras di Bulog, Mendag Zulhas: Stok Lebih dari Cukup
- Inovasi Baru SIG, Semen Hidraulis Tipe HE