Maraknya truk bertonase besar yang masuk Kota Probolinggo cukup meresahkan pengguna jalan. Banyaknya aktifitas di perkotaan dari aktifitas Siswa, pekerja hingga perdagangan yang melintas di Jalan Raya Kota Probolinggo bisa sangat berbahaya bila truk besar lalu lalang.
- H-2 Lebaran, 590 Ribu Tiket KA Ludes Terjual di Stasiun Gambir dan Pasar Senen
- Tarik Minat Warga, Vaksinasi Covid Massal Berhadiah
- Cegah PKL Baru di Atas Saluran Ketintang, Wali Kota Eri Cahyadi Ingin Trantibum Kelurahan Patroli Rutin
Kejadian tertabraknya salah satu ikon Kota Probolinggo yaitu miniatur menara Eiffel yang baru di bangun tersebut, menjadi salah satu contoh, bahwa Truk bertonase tinggi tidak Safety bila masuk area Jalan Raya Kota Probolinggo.
Diduga mengantuk Rokimun, sopir truk Hino dengan Nopol W 8160 UQ menerobos monumen miniatur menara Eiffel yang ada di Jalan Panglima Sudirman tepatnya di sebelah selatan Jalan, depan King, Kota Probolinggo.
Akibat kejadian tersebut, monumen dengan dana Anggaran ratusan juta per unit tersebut langsung miring hampir roboh.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Tommi Hermanto mengatakan, Pihaknya akan lebih perketat lagi terkait pelanggaran lalu lintas, utamanya truk bertonase tinggi yang menerobos masuk Kota Probolinggo.
“Kita akan tertipkan kembali kedepannya, selama ini sudah cukup tertib,” katanya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (21/01).
Diberitakan sebelumnya, Miniatur Menara Eiffel yang baru dibangun di Kota Probolinggo miring. Sebuah Truk Expedisi bertonase tinggi masuk Kota hingga menabrak salah satu ikon baru di Kota Probolinggo tersebut.
Larangan truk bertonase tinggi masuk Kota sudah lama diberlakukan di Kota Probolinggo, namun hingga saat ini masih banyak truk besar yang melanggar menerobos daerah tengah Kota Probolinggo.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Gus Miftah Berharap Daerah Lain Contoh Toleransi Kerukunan Masyarakat di Surabaya
- Terapkan Pelayanan 4.0, Desa Digital di Rejowinangun Diresmikan
- Tak Sesuai IMB, Cafe Lawson Embong Malang Disegel