Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaikkan upah minimum provinsi (UMP) menjadi 5,1 persen dinilai sebagai sebuah keputusan cerdas. Sebab, Anies mampu mengambil keputusan berdasarkan kalkulasi hukum dan prediksi dampak ekonomi dalam keputusan kenaikan UMP tersebut.
- Politisi Gerindra Minta Pemprov Gratiskan Bus TransJatim Saat Lebaran
- Beredar Surat Undangan HUT Demokrat Kubu Moeldoko, Herzaky: Ini Sungguh Memalukan
- Pelaku Wisata Bromo Daerah Malang Deklarasikan Dukung Erick Thohir Maju Pilpres 2024
Pujian ini disampaikan langsung Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal lewat sebuat video, Sabtu (18/12). Menurutnya, para pengusaha layak bergembira dengan keputusan cerdas Anies Baswedan tersebut.
"Jadi bergembiralah pengusaha, Pak Anies sangat cerdas, menghitung kalkulasi angka-angka berdasarkan hukum yang ada, dan juga berdasarkan hukum yang berkeadilan dan juga kalkulasi ekonomi," ujarnya.
Saiq Iqbal yakin kenaikan UMP dari sebelumnya Rp 4.416.186 menjadi Rp 4.641.854, bisa meningkatkan perekonomian di DKI Jakarta dan tidak memberatkan pengusaha. Pasalnya akan ada puluhan triliun rupiah peningkatan konsumsi masyarakat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta.
“Kenaikan UMP di DKI Jakarta yang baru-baru ini direvisi Gubernur Anies justru menguntungkan pengusaha, kenapa? Karena akan terjadi daya beli," ucap Said.
"Kalau nasional dikatakan (upah minimum naik) 5 persen akan akibatkan kenaikkan daya beli Rp 180 triliun. Kalau skala DKI bisa jadi puluhan triliun, jadi berbahagialah pengusaha. Pak Anies sangat cerdas," tutupnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Dirut Krakatau Stell Resmi Dipilih jadi Dirjen Imigrasi, Dilantik Januari 2023
- Menko Airlangga: Stranas PK Acuan Bagi Pencegahan Korupsi Di Indonesia
- Menhub Budi Karya: Setahun Beroperasi, KRL Yogyakarta-Solo Sudah Layani 2,2 Juta Penumpang