Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, pada Jumat (21/2).
- Besok, Pengadilan Gelar Sidang Praperadilan Kedua Hasto PDIP Vs KPK
- Sudah Sepekan Ditahan KPK, Hasto Belum Dijenguk Megawati
- KPK Imbau Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Pemeriksaan
Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas skandal korupsi E-KTP yang telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.
Diketahui, skandal ini diduga melibatkan sejumlah politisi seperti Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar.
Menurut pengunjuk rasa, pengusutan kasus ini relevan dengan proses hukum yang kini dijalani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menunjukkan bahwa penegakan hukum harus berlanjut.
“Publik masih menunggu kepastian hukum bagi nama-nama yang diduga terlibat dalam mega skandal E-KTP, termasuk Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar,” kata Koordinator aksi, Bung Arnold.
“Penangkapan Hasto hanya awal. Kami menuntut Presiden Prabowo untuk mengambil langkah tegas dengan mengusut semua pihak yang diduga terlibat dalam skandal E-KTP," imbuhnya.
Arnold menegaskan tidak boleh ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Jika pemerintahan Prabowo benar-benar ingin membuktikan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, maka pengusutan skandal E-KTP harus dituntaskan hingga ke akar-akarnya, termasuk memeriksa Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar.
“Nama Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar pernah disebut dalam kasus (E-KTP) ini, maka KPK harus berani membuka kembali penyelidikan terhadap mereka,” tegasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kantor KONI Jatim Digeledah KPK
- KPK Geledah KONI Jatim Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Sejak 2017
- Rumahnya Digeledah KPK, LaNyalla: Apa Kaitannya Saya dengan Kusnadi?