Institut Pesantren Sunan Drajat (Insud) Lamongan telah berhasil menyelesaikan proses visitasi alih status oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama. Dengan hasil positif dari visitasi ini, Insud Lamongan dipastikan akan resmi berstatus sebagai universitas pada tahun ini.
- Cegah Kenakalan Remaja, 28 Sekolah SD hingga SMA di Kota Surabaya Ikuti Seleksi Duta Trantibum
- Pertama di Indonesia Digelar ICAS 13, Konferensi Internasional Kajian Asia
- Pemkot Surabaya Imbau Sekolah Tambah Durasi Berbahasa Inggris di Ruang Pendidikan
Visitasi yang merupakan proses verifikasi dan evaluasi perguruan tinggi ini dilakukan oleh Dirjen Diktis secara daring, serta melalui asesmen lapangan oleh tim yang terdiri dari Prof. Dr. Phil Shahiron, MA, Kasubdit Kelembagaan Diktis Kemenag Dr. Asro'i, dan pendamping di antaranya Dr. Ahmad Mahfudz Arsyad, MAg serta Muhammad Miftah Fudin, S.Pd.
Rektor Insud Lamongan, Dr. H. Iwan Zunaich, mengungkapkan bahwa hasil visitasi yang dilakukan oleh para asesor pada Jumat (21/3) menyatakan bahwa Insud Lamongan layak dan telah memenuhi semua persyaratan untuk naik status dari institut menjadi universitas.
"Alhamdulillah, hasil visitasi menyatakan Insud Lamongan memenuhi syarat menjadi universitas," ungkap Iwan Zunaich, yang akrab disapa Gus Iwan, kepada Kantor Berita RMOLJatim pada Sabtu (22/3).
Peralihan status ke universitas kini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Diktis Kemenag yang diperkirakan akan segera terbit. Dengan demikian, dalam penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025/2026, perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan ini akan resmi menyandang status universitas.
Nama lembaga pendidikan ini pun akan berubah dari Institut Pesantren Sunan Drajat (Insud) Lamongan menjadi Universitas Sunan Drajat (UNSUDA).
"Penerimaan mahasiswa baru tahun ini, kita resmi menjadi Universitas Sunan Drajat (UNSUDA)," pungkasnya.
Setelah resmi menjadi universitas, Gus Iwan menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pengembangan kampus agar sesuai dengan standar pengelolaan perguruan tinggi. Selain penambahan sarana dan prasarana pendidikan, UNSUDA juga akan membuka fakultas dan program studi baru yang mencakup ilmu umum, tidak hanya berbasis agama.
"Kalau sudah menjadi universitas, berarti kita harus membuka fakultas dan jurusan ilmu umum, tidak hanya berbasis agama saja," tutupnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Pesantren di Solokuro Lamongan: Dari Musala kini Punya Ratusan Santri Penghafal Quran
- Update Data Korban dan Penyebab Terbakarnya Dua Kapal Di Perairan Paciran Lamongan
- Para Tukang Becak Lamongan Swadaya Tambal Jalan Berlubang di Area Pasar Blimbing