Sekitar 50 jurnalis dari berbagai organisasi wartawan di Surabaya, melakukan unjuk rasa di depan gedung Negara Grahadi. Mereka menuntut pelaku penganiayaan terhadap Nurhadi pewarta Tempo, segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku
- Wali Kota Ning Ita Ingatkan Masyarakat Tak Euforia Sambut Kebijakan Pelonggaran Masker
- Gelar Fogging Mobil Gratis Sambut HJKS ke 728, Indah Kurnia: Libatkan UMKM Surabaya Buka Gerai
- Jelang Peringatan Satu Abad NU, Wali Kota Eri Ingatkan Perjuangan Para Santri yang Diwariskan KH Hasyim Asy’ari
Kordinator aksi, Rahardi Soekarno Junianto mengatakan, kasus penganiayaan terhadap wartawan Tempo ini memprihatinkan dan harus diusut tuntas oleh Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta. Sebab, jika terdapat masalah dengan pemberitaan, maka tak sepantasnya diselesaikan dengan kekerasan.
"Jika ada masalah terhadap pers menggunakan UU Pers dan bisa melakukan hak jawab jika memang ada kekeliruan dalam pemberitaan. Tapi kasus yang terjadi pada jurnalis Nurhadi Tempo ini sangat kita prihatin sangat tragis karena dia sampai disekap di hotel dan dipulangkan jam 1 dini hari," ujar Rahardi Soekarno Junianto, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (29/3).
Rahardi menambahkan, penganiayaan kepada Nurhadi ini merupakan catatan hitam bagi oknum aparat di Surabaya, dan Polda Jatim akan diuji untuk menyelesaikan kasus ini.
"Jadi Polda Jatim harus segera menyeret kasus ini ke meja pengadilan," tegas Pria bertubuh tambun tersebut.
Unjuk rasa yang digelar puluhan jurnalis Surabaya ini juga diwarnai dengan aksi teatrikal, yang menggambarkan penganiayaan terhadap Nurhadi.
Diberitakan sebelumnya, penganiayaan yang menimpa Nurhadi terjadi ketika dia menjalankan penugasan dari redaksi Majalah Tempo untuk meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.
Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menyatakan Angin sebagai tersangka dalam kasus suap pajak.
Penganiayaan terjadi ketika sejumlah pengawal Angin Prayitno Aji menuduh Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan anak Angin di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu 27 Maret 2021 malam.
Meski sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, mereka tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya dan melakukan penganiayaan.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Hari Buruh, Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta Api di Lamongan Dapat Santunan
- Tingkatkan Pariwisata dan UMKM, Wali Kota Eri Integrasikan Jembatan Surabaya dengan Pantai Kenjeran
- Dua Kali Dipenjara, MS Kembali Ditangkap Polres Jember